Obesitas

000

Obesitas Merupakan penimbunan lemak yang berlebihan diseluruh jaringan tubuh secara merara, yang mengakibatkan gangue kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tings, serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Tipe Obesitas :

  1. Tipe buah apel (Adroid), pada tipe ini ditandai dengan pertumbuhan lemak yang berlebih dibagian tubuh sebelah atas yaitu sekitar dada, pundak, leher, dan muka. Lemak yang menumpuk adalah lemak jenuh.
  2. Tipe buah pear (Genoid), tipe ini mempunyai timbunan lemak pada bagian bawah, yaitu sekitar perut, pinggul, paha, dan pantat. Jenis timbunan lemaknya adalah lemak tidak jenuh.
  3. Diantara kedua tipe tersebut tipe android lebih berisiko terjadi kelainan metabolik seperti insulin resisten, dislipidemia, hipertensi, diabetes (metabolik sindrom).Hal tersebut disebabkan oleh karena lemak pada visceral (central body obesity) lebih aktif terjadi lipolisis dan sensitivitas terhadap insulin menurun (Huda, 2010).

Penyebab Obesitas

Obesitas disebabkan oleh banyak faktor, antara lain genetik, lingkungan, psikis,    kesehatan, obat-obatan, perkembangan dan aktivitas fisik (Sherwood, 2012).

  1. Faktor genetik: Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
  2. Faktor lingkungan: Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
  3. Faktor psikis: Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.
  4. Aktivitas fisik: Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab obesitas. Di masa industri sekarang ini, dengan meningkatnya mekanisasi dan kemudahan transportasi, orang cenderung kurang gerak atau menggunakan sedikit energi untuk aktivitas sehari-hari. Simpanan energi yang tidak digunakan tersebut lama kelamaan akan menumpuk dan menyebabkan obesitas. (Soegih, 2009)

 

Penanggulangan Obesitas

Pengukuran Tingkat Obesitas:

  • Pinch test
  • Pengukuran pinggang & panggul
  • Mengukur ketebalan lemak
  • Mengukur tubuh ideal

Terapi fisik:

  • Diet
  • Olahraga
  • Terapi psikologis
  • Self Monitoring

 

Nama: Farah Luqyana

NIM: 20153163

Tugas Implementasi Program Gizi sesi 01

Advertisements

Perubahan Pola Penyakit dan Kematian di Indonesia

Persentase kasus baru rawat jalan penyakit tidak menular berdasarkan kelompok umur dari tahun 2009 dan 2010, mempunyai pola yang sama persentase kasus baru rawat jalan yang paling tinggi pada tahun 2009 dan 2010 adalah pada kelompok umur 45-64 tahun kemudian diikuti kelompok umur 25-44 tahun. Begitu juga dengan persentase kasus baru rawat jalan yang paling rendah baik tahun 2009 maupun tahun 2010 adalah pada kelompok umur 0-28 hari seperti tampak pada gambar di bawah ini.

1

Gambar 1 : Persentase Rawat Jalan Kasus Baru Penyakit Tidak Menular Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2009 – 2010
Sumber: Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Tahun 2010-2011

Persentase kasus baru rawat jalan PTM tertinggi berdasarkan provinsi tahun 2009 adalah Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, sedangkan untuk tahun 2010 persentase kasus rawat jalan PTM yang tertinggi adalah Provinsi Gorontalo dan Lampung. Propinsi yang presentase rawat jalan PTM terendah pada tahun 2009 terjadi di Papua Barat dan Banten, sedangkan pada tahun 2010 terjadi di propinsi Papua dan Bangka Belitung (lihat gambar 6).

2.png

Gambar 2: Persentase Rawat Jalan Kasus Baru Penyakit Tidak Menular Berdasarkan Provinsi Tahun 2009 – 2010
Sumber: Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Tahun 2010-2011

Untuk kasus rawat inap yang mati, proporsi kasus rawat inap yang mati terhadap total pasien keluar mati dari tahun 2009-2010 mempunyai pola yang sama yaitu penyakit rawat inap yang mati terbanyak adalah penyakit tidak menular, kemudian penyakit menular, cedera dan penyakit maternal dan perinatal yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Hal ini sama dengan pola penyebab kematian di SKRT 2009 dan 2001 serta Riskesdas 2007.

3.png

Gambar 3 : Proporsi Kasus Mati Rawat Inap Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Penyakit Maternal/Perinatal dan Cedera di Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2009 dan 2010 Terhadap Jumlah Pasien Keluar Mati
Sumber: Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Tahun 2010-2011

Daftar Pustaka:

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi8re7JxJXQAhXEso8KHehiASkQFgg6MAU&url=http%3A%2F%2Fwww.depkes.go.id%2Fdownload.php%3Ffile%3Ddownload%2Fpusdatin%2Fbuletin%2Fbuletin-ptm.pdf&usg=AFQjCNGhREbduPq-Fxnm2mimiHYSMr4CWQ&bvm=bv.137904068,d.c2I